⚡ Ayat Alkitab Yang Mendukung Lgbt
Inisesuai dengan apa yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Matius 19:11-12 yang sudah dikemukakan diatas. Harus menikah, bukanlah prinsip yang alkitabiah. Hidup melajang pun sama derajatnya dengan menikah. Pilihan untuk melajang sama-sama harus digumulkan seperti dalam pernikahan. Status melajang (tidak/belum menikah) harus diisi dengan aktivitas
BagaimanaAlkitab dibaca? Sesama kita yang LGBT haruslah kita menerima dan merangkul mereka. "mengenal" tidak begitu saja berarti "berkenalan dengan", karena hal ini sama dengan "sesuatu yang jahat" (ayat 7). Jika orang laki-laki meminta untuk "mengenal" anak-anak perempuan yang masih perawan, semua orang akan yakin, yang
8} (Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. AYAT AWAL MULA SEBELUM INSERSI 1YOHANES 7-8 {7} Sebab ada tiga yang memberi kesaksian {8} Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. Satu-satunya ayat Trinitas yang melantik Yesus sebagai salah satu dari oknum Tuhan ini adalah sisipan/insersi.
Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak dan merupakan dasar bagi masyarakat, merupakan bagian terpenting dalam rencana Allah tadi. Keluarga-keluarga adalah kekuatan utama dari masyarakat mana pun. Alkitab banyak berisi bukti yang mendukung pendapat ini. Walaupun demikian, tidak semua orang harus menikah dan memiliki anak.
AlAn'âm 86, QS. Al-A'râf 80, QS. Al-Anbiyâ` 71, 74, QS. An-Naml 54, QS. Al-'Ankabût 28, 32, 33, QS. Ash-Shâffât 133). LGBT dalam Quran justru mendapatkan tempatnya jika kita menyadari bahwa keragaman orientasi seksual bagian dari sesuatu yang bersifat bawaan (alamiah, tabiat). Dalam QS. Al-Isrâ` 84 dinyatakan:
Apayang disampaikan tersebut merupakan kutipan yang memperkuat pandangan terhadap keadilan ras dan etnis atau suku bangsa. Sementara itu,, ada juga kutipan Alkitab yang sering disalahartikan seolah-olah ada ras yang dikutuk dan karena itu mereka selalu menjadi ras yang terbelakang. Contohnya kisah pada Kejadian 9: 18-27.
HEREare many translated example sentences containing "AYAT ALKITABIAH" - indonesian-english translations and search engine for indonesian translations. Marathi Telugu Chinese Tamil Malayalam Tagalog Bengali Vietnamese Malay Thai. Korean Japanese Hindi Turkish Polish Portuguese Dutch Italian Latin German.
Adayang menyebut kalau PGI mendukung LGBT, ada yang mengatakan kalau PGI tidak tegas, bahkan sampai ada yang mengusulkan mengganti MPH PGI. Hanya saja, PGI meminta untuk Gereja melakukan interpretasi dan penafsiran ulang teks Alkitab berkenaan dengan LGBT. Dalam surat pernyataan ini, PGI bahkan memberikan contoh ayat-ayat yang
301Moved Permanently . The document has been permanently moved to here.
. 6. Kisah Gundik Lewi Dan orang-orang Benyamin Ayat Alkitab lainnya yang menentang LGBT terdapat dalam kisah tentang gundik orang Lewi dan para lelaki dari suku Benyamin. Kisah ini mirip dengan kisah Sodom dan Gomora. Alkisah, seorang dari suku Lewi beserta pelayan dan gundiknya sedang dalam perjalanan yang jauh sehingga mereka terpaksa bermalam di perjalanan, di wilayah suku Benyamin. Mereka rencananya bermalam di lapangan kota. Dan tidak ada seorang pun dari orang-orang Benyamin itu yang meminta mereka menginap di rumahnya. Lalu datanglah seorang tua dari suku Yehuda, seorang perantau di tengah-tengah suku Benyamin. Maka ia dengan ramah meminta ketiga orang tersebut orang Lewi, pelayannya serta gundiknya bermalam di rumahnya. “Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah orang-orang kota itu, orang-orang dursila, mengepung rumah itu. Mereka menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia.” Sama seperti dalam kisah Sodom dan Gomora, kata “pakai” dalam ayat di atas berasal dari kata Ibrani, “yada” yang berarti hubungan seksual. Jadi para lelaki suku Benyamin itu ingin menyodomi orang Lewi itu. Dan sama seperti Lot, tuan rumah menghalangi mereka, malahan ia ingin memberi anaknya perempuan kepada mereka demi mempertahankan tamunya tersebut. Tetapi orang-orang Benyamin itu tidak mau. Akhirnya gundik orang Lewi tersebut diberikan kepada mereka untuk diperkosa, lalu mereka memerkosanya sampai mati! Hal ini diberitahukan oleh orang Lewi tersebut kepada seluruh orang Israel, sehingga orang Israel dari berbagai suku memerangi suku Benyamin sehingga suku Benyamin itu hampir musnah. Dalam peperangan ini, suku-suku Israel tersebut meminta petunjuk Tuhan dan Tuhan menjawab mereka, yang berarti Tuhan setuju untuk memerangi orang Benyamin itu. Itu artinya Tuhan menghukum dosa orang Benyamin itu melalui orang Israel. Dosa orang Benyamin, sehingga Tuhan hokum dengan berat, adalah karena mencoba memperkosa tamu laki-laki seorang Yehuda walau gagal, seperti kisah Sodom serta memperkosa gundik orang Lewi itu hingga mati Hakim-hakim 1914-29. 7. Peringatan Rasul Paulus Kepada Jemaat Roma Ayat Alkitab selanjutnya yang menentang LGBT atau praktek homoseksual dan lesbian terdapat dalam surat rasul Paulus kepada jemaat di Roma. Rasul Paulus menulis, “Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.” Roma 126-27 Dalam ayat-ayat ini rasul Paulus menjelaskan tentang hubungan laki-laki dengan laki-laki serta perempuan dengan perempuan. Hal ini mungkin bisa juga dikategorikan sebagai biseksual, sebab mereka sudah punya pasangan hetero lawan jenis, namun mereka juga punya pasangan sesama jenis. Rasul Paulus menyebut hal ini sebagai akibat dosa pemberontakan manusia terhadap Tuhan. Jadi karena mereka tidak taat kepada Tuhan maka Tuhan menyerahkan mereka pada hawa nafsu yang memalukan, yakni cinta kepada sesama jenis Roma 118-25. 8. Peringatan Rasul Paulus kepada Jemaat Korintus Ayat Alkitab berikutnya yang menentang LGBT adalah peringatan rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Rasul Paulus menulis, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” 1 Korintus 69-10 Kata Yunani untuk kata “banci” dalam ayat di atas adalah malakoi, sedangkan kata Yunani untuk “orang pemburit” arsenokoitai. Kedua kata tersebut mengacu pada praktek homoseksual. Pada zaman rasul Paulus, banci biasanya adalah para budak dari orang-orang kaya yang melakukan hubungan seksual dengan tuan-tuan mereka. Sedangkan orang pemburit adalah para pemburit bakti di kuil-kuil dewa-dewa Yunani seperti yang terdapat pada kuil-kuil dewa-dewa Kanaan. Jelaslah, di sini rasul Paulus mengecam para homoseksual. Rasul Paulus menyebut orang-orang semacam ini sebagai orang-orang yang tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Allah sorga. 9. Peringatan Rasul Paulus Kepada Timotius Ayat Alkitab lainnya yang menentang LGBT atau homoseksual terdapat dalam surat rasul Paulus kepada Timotius, anak rohani Paulus yang menggembalakan jemaat di kota Efesus. Rasul Paulus menulis, “Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan, yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya, bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat.” 1 Timotius 18-10 Kata “pemburit” dalam ayat di atas berasal dari kata Yunani, arsenokoitais, dari akar kata yang sama dengan yang digunakan Paulus dalam 1 Korintus 69, seperti telah dikutip di atas. Rasul Paulus berkata bahwa hukum Taurat itu adalah baik untuk para pendosa, seperti kaum homoseksual, untuk menyadarkan mereka akan dosa mereka. Tetapi hukum Taurat bukan untuk orang benar, karena tidak bisa menyelamatkan. Di sini homoseksual dikategorikan rasul Paulus sebagai dosa seperti halnya dosa membunuh, menculik, berdusta, dan sebagainya, yang jelas bertentangan dengan “ajaran sehat” atau firman Tuhan. 10. Peringatan Rasul Yudas Ayat Alkitab terakhir yang menentang LGBT terdapat dalam surat rasul Yudas. Rasul Yudas menulis, “… sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.” Yudas 17 Ini merupakan ayat tentang para guru palsu. Di sini Yudas menyinggung hukuman Sodom dan Gomora, yang telah melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar sehingga menerima hukuman dalam siksaan api kekal, bukan hanya siksaan di bumi ini hujan belerang dan api dari sorga. Ayat ini tidak dengan spesifik menyatakan bahwa dosa Sodom dan Gomora adalah dosa homoseksual. Namun demikian, karena ayat ini adalah kutipan atas peristiwa Sodom, seperti yang telah disebut di atas poin 1, maka dapatlah dikatakan bahwa dosa Sodom dan Gomora adalah dosa homoseksual. Jadi jelas ayat ini adalah peringatan terhadap bahaya homoseks sebagaimana dipraktekkan oleh orang-orang Sodom dan Gomora sehingga mereka Tuhan hukum, bahkan akan mendapat hukuman kekal di neraka. Rasul Yudas berkata bahwa hukuman atas dosa homoseksual Sodom dan Gomora merupakan “peringatan kepada semua orang.” Itulah 10 ayat Alkitab yang menolak LGBT. Tetapi perlu kita ketahui juga bahwa sekalipun Alkitab dengan tegas menolak LGBT, bukan berarti kita bebas menghakimi para anggota LGBT ini, apalagi menghukumnya melalui gereja atau negara. Kita hanya bisa mendoakan dan menyadarkan mereka saja, di luar itu bukan lagi urusan kita, tetapi tanggung jawab mereka pribadi dengan Tuhan. Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini. Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan. Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU. Pages 1 2
Pada kesempatan kali ini, akan membasah tentang permasalahan LGBT menurut pandangan Kristen, khususnya Ayat Alkitab tentang LGBT atau homoseksual. Kamu pasti sudah sering mendengar istilah tersebut, entah dari media atau dunia nyata. Lantas, apa itu LGBT?LGBT adalah akronim dari “lesbian, gay, biseksual, dan transgender”.Istilah tersebut telah dipakai sejak tahun 1990 untuk menunjuk kelompok yang disebutkan di atas. Untuk menunjukan representasi lebih menyeluruh, istilah LGBT telah berkembang menjadi LGBTQIA, LGBTQ+, bahkan sampai 10 huruf, yakni LGBTQQIAAP. Singkatan tersebut untuk mengambarkan gender dan orientasi seksual arti dari singkatan huruf LGBT yang disadur dari BBC, apa saja?L – lesbian seorang perempuan yang tertarik dengan perempuan – gay seorang pria yang tertarik dengan pria lain atau sering dipakai untuk menggambarkan – bisexual orang tertarik baik kepada pria dan – transgender orang yang identitas gendernya bukan laki-laki dan perempuan atau berbeda dengan yang biasa ditulis dokter di sertifikat – queer pada awalnya dibuat sebagai istilah kebencian. Kata ini bisa digunakan sebagai pernyataan politik dan menunjukkan seseorang yang tidak mau diidentifikasi sebagai gender yang bisa dipasangkan, misalnya laki dan perempuan, homoseksual dan heteroseksual, atau mereka yang tidak mau diberi label berdasarkan orientasi seksual – questioning seseorang yang masih mengeksplorasi identitas gender dan orientasi seksual – intersex orang yang tubuhnya jelas bukan laki atau perempuan. Ini mungkin karena mereka memiliki kromosom yang bukan XX atau XY atau karena alat reproduksi mereka bukan dikategorikan sebagai standar’.A – allies orang yang mengidentifikasi diri sebagai heteroseksual namun mendukung komunitas – asexualorang yang tidak tertarik secara seksual kepada gender apa – pansexual orang yang ketertarikan seksualnya bukan berdasarkan gender dan bisa mengkategorikan diri ke gender atau identitas seksual apa tulisan ini, semoga dapat membantu pembaca untuk lebih mengenal pandangan teologi Kristen tentang LGBT dan membuat kita tau bagaimana cara menyikapinya. Berdasarkan tesis yang berjudul “LGBT dari Sudut Pandang Teogoli Kristen”, ada beberapa poin yang perlu kita kita sebaiknya tidak bersikap selayaknya hakim dengan menutuk orang-orang yang terjebak dalam masalah homoseksual. Sebab, kita sendiri adalah pendosa, sehingga tidak tepat untuk membenarkan diri sendiri dengan mengutuk perilaku orang pun kerasnya kita menolak praktik homoseksual dan segala problema seksual lainnya, kita tidak berhak menghilangkan harkat mereka sebagai sebagai insan seksual yang berbeda dari malaikat yang bisa dibilang tanpa seks. Saat Tuhan menciptakan manusia, Ia menciptakan kita berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan. Dengan begitu jika berbicara mengenai seks, berarti menyentuh topik yang amat dekat dengan pusat keprihatinan jadi masalah adalah jati diri kita, yang mungkin akan diperkokoh atau mungkin juga terancam. Pembahasan inti ini menuntut suatu tingkat sensifitas yang yang ketiga, kita semua adalah berdosa, antara lain pendosa seksual. Ajaran Kristiani tentang kerusakan total akibat kejatuhan seksual manusia ke dalam dosa menyatakan bahwa tidak ada satupun dari kita yang tidak tercemar oleh dosa, termasuk seksualitas meragukan sekali bila ada satu orang yang tidak pernah menaruh pikiran dan hatinya dari penyimpangan seksual yang ideal dan sempurna sebagaimana dikehendaki Allah. Tidak seorang pun selain Yesus dari Nazaret sebagai kekecualian yang satu-satunya yang seksual tanpa dosa. [irp posts=”1950″ name=”Top 111 Ayat Alkitab Tentang Dosa yang Tegas!”]Larangan LGBT Dalam AlkitabDalam Alkitab, ada beberapa ayat yang melarang praktik homoseksual dan sejenisnya. Berikut di antaranya1. Kisah Sodom dan GamoraMnurut Wikipedia, Sodom dan Gomora adalah dua kota fiktif yang dikatakan telah dihancurkan oleh Tuhan karena perbuatan laknat penduduknya. Dalam cerita Kejadian tertulis jelas bahwa orang-orang sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan dan bahwa keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora’ demikian banyak’ dan sesungguhnya sangat berat dosanya’.Kejadian 1313 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap Nas ImamatNas Imamat lazim disebut sebagai Kode Kekudusan’ yang merupakan jantung kitab itu, dimana umat Tuhan dituntut untuk patuh terhadap hukum-hukumNya. Menyoal praktik-praktik terlarang yang mencakup penyimpangan seksual LGBT, homoseksual, dsb. 2013 Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka 1822Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu Hukum Alkitab tersebut sudah jelas mengarahkan tentang pelarangan hubungan seksual, khususnya LGBT dan homoseksual menurut Pernyataan PaulusRoma 126Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak 127Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan ahli sependapat bahwa Paulus di sini berbicara mengenai orang kafir yang menyembah berhala. Mereka mempunyai pengetahuan akan Tuhan, tetapi mereka justru memadamkan kebenaran yang mereka ketahui dengan maksud supaya lebih leluasa berbuat jahat demi keuntungan sebab itu Tuhan, menghukum mereka dengan menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran’ termasuk seks yang tak wajar’.4. Nas lain dari ajaran Paulus1 Korintus 69Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,1 Korintus 610pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Timotius 19yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya,1 Timotius 110bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat1 Timotius 111yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan pemaparan ayat tersebut, daftar dosa yang menjijikan, dinyatakan Paulus bertentangan dengan Kerajaan Allah dan salah satu dari Hukum Taurat atau yang kita lihat, beberapa kelompok pelanggar disebut sebagai banci’ dan pemburit’ berdasarkan terjemahan kata arsenokoitai sebelum diterjemakan sebagai pemburit’, tidak hanya berarti orang yang tertarik kepada sesama jenis, melainkan justru orang yang melakukan hubungan seksual dengan sesama yang dicap dosa oleh Paulus dalam daftar ini bukanlah keadaan tertarik kepada orang lain yang sama jenis kelaminnya suatu keadaan yang mungkin dialami oleh banyak orang, melainkan yang melakukan persetubuhan dengannya. [irp posts=”5218″ name=”Bagaimana Hukum Zina Menurut Kristen? Ayat Alkitab dan Undang-Undang Tentang Perzinaan”]LGBT dan Homoseksual Menurut Sejarah KekristenanTuhan telah mempertemukan dan menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan, antara laki-laki dan perempuan. Berdasarkan sejarah penciptaan, Allah secara eksplisit memberitahukan bahwa Adam adalah maskulin, dan Hawa adalah ada jenis kelamin yang netral, atau maskulin yang feminim, maupun feminim yang maskulin. Secara tegas Allah membentuk Adam sebagai pribadi yang maskulin, dan Hawa sebagai pribadi yang diciptakan bahwa ia adalah pelengkap yang dirancang secara ilahi bagi dari dari persatuan satu daging mempreposisikan dua orang dengan jenis kelamin yang dua orang dari jenis kelamin berbeda yang bisa memenuhi tujuan prokreasi dari sendiri menegaskan normativitas kisah di dalam kitab Kejadian Kej 2 24; Mat 194-6;Mark 10 pernikahan dalam sejarah penebusan sebagai sebuah simbol ilahi di dalam Alkitab hanya bisa berlaku jika pasangan di dalam pernikahan adalah pasangan yang komplementer lengkap.Untuk membaca Ayat Alkitab tentang pernikahan, silahkan kunjungi artikel di bawah ini [irp posts=”1935″ name=”14 Ayat Alkitab Tentang Pernikahan”]Kesimpulan Masalah LGBT dan HomoseksualLGBT itu merupakan penyimpangan seksual, yang merupakan kekejian bagi menciptakan seks yang pada dasarnya mulia dan suci dan bukan sebagai sesuatu yang jahat dan hina. Karena itu seks yang adalah kudus hanya dipakai di dalam ikatan merupakan perbuatan dosa dan akan menimbulkan berbagai hal dalam aspek kehidupan dan akan mengalami penolakan dalam masyarakat dan juga rentan terkena penyakit kelamin dan menjamini adanya pengampunan Allah bagi kaum LGBT, sama seperti bagi orang yang berzinah, penyembah berhala, pembunuh, pencuri, dll. Allah juga menjanjikan kekuatan untuk menang terhadap dosa, termasuk homoseksualitas, kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus rela menyerahkan dirinya mula penciptaan, Allah sudah merancang sebuah pernikahan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Bahkan dalam menatap maksud Allah agar manusia itu berkembang biak atau bertambah-tambah secara jumlah, hanya dimungkinkan karena terjadinya perkawinan dan pembuahan melalui rahim seorang wanita. Pria tidak memungkinkan untuk melahirkan anak.
Artikel ini membahas tentang alasan mengapa orang Kristen menolak LGBT. Ada banyak alasan mengapa orang Kristen menolak LGBT. Seperti kita tahu, isu LGBT Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender bukan lagi hal yang asing bagi kita saat ini. Isu ini bukan hanya ada di luar negeri, di Indonesia pun sudah ramai dibicarakan serta menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Hal ini terutama setelah kaum LGBT mulai berani menunjukkan jati diri mereka serta menuntut hak-hak mereka dihormati. Baca juga 10 Ayat Alkitab Yang Menentang LGBT Di kalangan gereja sendiri isu LGBT masih menjadi tantangan tersendiri. Pada umumnya gereja menolak keberadaan LGBT, namun sebagian gereja justru menerimanya dengan alasan Hak Azasi Manusia. Juga, karena mereka merasa Alkitab tidak menolak keberadaan kaum LGBT. Bagaimanakah sebenarnya pandangan Alkitab terhadap LGBT ini? Bagaimana seharusnya pandangan Gereja terhadap LGBT? Atau bagaimana LGBT menurut pandangan Kristen seharusnya? Apakah ayat-ayat Alkitab menentang LGBT? Baca juga 10 Fakta Tentang Poligami Menurut Alkitab Jika kita teliti, maka jelas kita akan menyimpulkan bahwa Alkitab secara tegas menolak LGBT. Jika kita perhatikan, ada sekitar dua puluh bagian atau ayat-ayat Alkitab yang menentang LGBT, khususnya yang berkaitan dengan homoseksual/gay cinta sesama laki-laki dan lesbian cinta sesama perempuan. Baca juga 25 Tokoh Alkitab Yang Berpoligami Kedua puluh ayat-ayat Alkitab yang menentang LGBT tersebut terdapat baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru. Karena itulah kita orang Keisten punya banyak alasan kuat untuk menolak LGBT. Dalam artikel kali ini akan dibahas 5 alasan mengapa orang Kristen menolak LGBT. Berikut pembahasannya. 1. LGBT Tidak Sesuai Dengan Rancangan Tuhan Dalam Penciptaan Manusia Alasan pertama mengapa orang Kristen menolak LGBT, khususnya homoseksual, adalah karena LGBT Tidak Sesuai Dengan Rancangan Tuhan Dalam Penciptaan Manusia. Dalam Kejadian 217-18 dengan jelas disebutkan bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan, dan bahwa mereka diberkatiNya serta diperintahkanNya untuk beranak cucu dan bertambah banyak. Jadi Tuhan hanya memberkati laki-laki dengan perempuan, bukan memberkati laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan. Dalam ayat itu juga dengan jelas disebutkan bahwa Tuhan menciptakan pasangan yang sepadan dengan Adam. Dan yang diciptakanNya bagi Adam adalah Hawa, seorang perempuan. Hal ini berarti bahwa sesuai rencana Tuhan, pasangan yang sepadan bagi seorang laki-laki adalah perempuan, bukan laki-laki. Dan pasangan yang sepadan bagi seorang perempuan adalah laki-laki, bukan perempuan. 2. Tuhan Melarang Keras Praktik LGBT Alasan kedua mengapa orang Kristen menolak LGBT, khususnya homoseksual, adalah karena Tuhan Melarang Keras Praktik LGBT. Tuhan melarang keras umatNya melakukan hubungan seksual sesama laki-laki Imamat 1822. Para lelaki Israel dilarang untuk berhubungan seksual sebagaimana mereka melakukannya dengan perempuan istri mereka. Ini adalah ayat yang sudah sangat jelas tentang larangan berhubungan seksual dengan sesama jenis, sesama laki-laki. Alasannya adalah karena hal itu suatu kekejian bagi Tuhan. Melakukan hubungan seksual di antara laki-laki adalah kebiasaan bangsa Kanaan, sehingga mereka Tuhan lenyapkan dari negeri mereka dan memberikannya kepada bangsa Israel. Karena itu orang Irael tidak boleh meniru kelakuan bejat bangsa Kanaan itu agar mereka pun jangan dimusnahkanNya dari negeri itu Imamat 1824-30. 3. Tuhan Juga Menghukum Keras Praktik LGBT Alasan ketiga mengapa orang Kristen menolak LGBT, khususnya homoseksual, adalah Karena Tuhan juga menghukum Keras para pelaku LGBT. Tuhan bukan hanya melarang keras praktik LGBT, tetapi juga menghukum keras para pelaku LGBT. Dalam Imamat 2013, Tuhan menegaskan hukuman bagi para homoseksual, yakni hukuman mati! Di Perjanjian Lama, tidak semua dosa diganjar dengan hukuman mati, hanya dosa-dosa yang dianggap masuk kategori “dosa berat”. Dosa-dosa yang bisa diganjar dengan hukuman mati di Israel antara lain adalah perzinahan, pemerkosaan, dan homoseksual. Dengan demikian, karena diganjar dengan hukuman mati, maka homoseksual termasuk dosa berat pada zaman Israel. Hukuman mati di sini tentu sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan bagi orang Israel. Bahwa Tuhan menghukum keras para pelaku homoseksual juga nyata dari kemusnahan Sodom dan Gomora, dua kota yang terkenal karena dosa homoseksual mereka di hadapan Tuhan Kejadian 191-28. Dari kata Sodom inilah berasal istilah “sodomi”, yang artinya hubungan seksual sesama laki-laki. Baca 10 Hukuman Tuhan Terbesar Di Alkitab Hukuman yang sama diterima oleh para lelaki dari suku Benyamin karena mencoba memperkosa orang Lewi dan pelayannya laki-laki. Tuhan menghukum suku Benyamin sehingga hampir musnah Hakim-hakim 1914-29. Pages 1 2
ayat alkitab yang mendukung lgbt